• Home
  • Ilmu kami
  • Informasi
  • Edit
  • Ruang Lingkup Ilmu: 22 Agu 2011

    Senin

    Dimalam itu

                Awali langkah dengan motorku dipagi hari.Bermula dari persiapan saat sang fajar belum  kembali bangkit dari malamnya.Hanya sebuah harapan saat pagi itu untuk bertemu sang pujaan hati.Persiapan yang sederhana ingin ku lakukan untuk diriku dipagi itu.Akhirnya dengan Basmallah dan niat,ku tarik motor ku dan menjemput sang bidadari diujung sana.Saat ku tatap awan yg bergelimangan embun,sejenak ku teringat tentang dirinya yang seakan seperti sebuah embun kian menyejukan hatiku.Tak terasa sudah 30menit ku berada tepat diatas motor ku.Harapan dan senyumanya sudah ada didepan mata.Benar saja...saat dia keluar dari istananya.Dari jauh sudah terpancar sebuah senyum yang berseri dipagi itu.Ku sambut dengan senyuman dan motivasi agar aku bisa lama disampingnya.Setelah itu..
                Ku jelajahi sebuah jalan setapak menuju satu sumber yang akan membuat kita bertemu sementara.Berhenti sejenak untuk alasan bahwa aku ingin meletakan sebuah handphone kedalam tasku.Berhentilah disebuah tempat yang begitu sejuk dan saat itu suasana maupun kondisi sedang terasa dingin.Hati ini bertanya..”Apakah dia butuh kehangatan?”.Tanpa basa-basi aku pun memberikan jaket yg aku kenakan saat itu..Ku letakan dibadan dia dengan penuh ketulusan dan senyum..Dan dibalas dengan senyum yang terpancar dari wajahnya..Tak menunggu lama aku pun kembali melanjutkan menarik gas pedal motorku.Sesampainya disekolah.Segera ku menurunkan dia disebuah tempat yang rindang dan tak ku biarkan cahaya matahari menutupi pandangannya.Sampai akhitnya aku pun dibuat terpesona oleh senyumannya.Tak ingin meniggalkan dia dalam sepi dan henig.Tapi saat ku ajak dia bersama ku.Dia mengelak,jelas saja..karan saat itu teman-temannya tlah datang menghampiri dia.Dengan cepatnya aku selesaikan tugas untuk penampilanku didepan teman-temanku dan guruku sore nanti.Jika ini semua bukan tuntutan guruku.Aku dan grupku tak mau menyelesaikan tugas ini.Walaupun tidak berat bagiku.Tapi membuat telapak tanganku memar kemerahan.Iya benar..aku adalah sebuah personil dari grup Marawis disekolahanku.Teman-temanku sering menyebutnya dengan istilah “bend tabok”.Terdengar lucu memang.Tapi ini semua berkaitan dengan solawatan dan hasma Allah.Jadi tidak sembarang orang yg harus memainkannya.
                Waktu pun terus berjalan,hingga sampai sore yang kuinginkan tiba.Akhirnya team atau grup marawis ku dipanggil oleh “MC” acara pesantren kilat pada sore itu,untuk menaiki mimbar dan tampil dengan maksimal.Aku dan team ku tak bisa memastikan hal itu berjalan dengan maksimal.Karna pada 1 minggu yang lalu team ku hanya sedikit latihan dan berbagi waktu dengan anak bend.Raut wajah yang tak menjanjikan pun keluar.Keringat pun menetes saat MC memanggil nama marawis team kami.Hanya sebagian yang merasakan grogi tingkat dewa.Sebagiannya lagi,hanya menebar senyum untuk meyakinkan team kami tidak akan mengecewakan.Sampai akhirnya perfoms kami tampil dengan maksimal dan sangat indah terdengar lantunan solawat yang kami kumandangkan.Tetapi sejenak ku naikan pandanganku dan ku tolehkan mataku untuk mencari dia!.Selalu saja dalam hati berkata “Dimana dia?,Apa dia melihat aku disini?”.dari jauh ku lihat senyum yang terpancar dari wajahnya.Ternyata dia memperhatikanku ditempat yang ku duduki.Sungguh indah sore itu..
                Azan pun berkumandang,dengan seksama kami semua berbuka puasa.Ingin melanjutkna ibadah sholat magrib.Tapi celanaku terkena sedikit najis.Aku takut sholat magribku tidak sah.Pada sampai akhirnya,aku pun bertemu dengan wanita yang ku jemput tadi pagi.Sedikit berbincang malu pada malam itu.Tak menunggu lama aku dan dia pun pulang dengan dimanjakan sebuah motorku malam itu.Lelahku dibayar dengan mukanya yang membuat ku seakan bisu dan membungkam.Setelah mendengar dia sakit perut.Aku langsung gerak cepat kewarung untuk membeli obat yang biasanya dia minum.Setelah sampai diwarung tersebut,ternyata obatnya tidak ada.Untung masih ada obat yg lain.Iyasudah..mau diapain lagi.Aku beli aja yang ada.
                Aku lanjutkan lagi perjalanku malam itu.Diatas tunggangan motorku,banyak aku bercerita tentang diriku.Begitupun dia.Dia bercerita banyak tentang dirinya.Rasanya..malam itu hanya sementara,dan akankah aku akan mendapatkan malam seperti malam itu lagi ?.Berhenti sejenak untuk membeli mercon yang indah.Yaitu kembangapi.Ku ingin sekali rasanya memanjakan dia dimalam itu.Ku cari tempat dan ku ajak dia untuk bermain kembangapi pada malam itu.Terlihat raut wajah yang bahagia saat aku mulai menyalakan kembangapi tersebut.Aku pun ikut bahagia melihat dia bahagia bersamaku...