9 hari untuk seumur HIDUP
Sepasang kekasih yang sedang menjalani hubungan penuh dengan alur cerita yg berbeda.Dimana diantara mereka saling memiliki perbedaan dan memiliki sebuah kekurangan.Hanya ingin semua itu menyatu ditengah-tengah perjalanan hidup mereka yang mereka tampung bersama,mau suka atau duka.Kini kebahagian sedang mereka rasakan saat mereka bercanda tawa bersama,tak pedulikan siapa-siapa yang mengganggu dan tak pedulikan apa yang orang bilang tentang mereka.
Hingga sampai akhirnya mereka mengalami sebuah arti cinta yang bagi mereka menyentuh nurani hati.Seperti debu yang ditiup lalu menghempas hilang begitu saja.Bebas yang mereka rasakan tak kalah jauh saat melihat burung-burung bertebangan dan seakan menari-nari di udara.Mereka anggap semua ini hanya titipan ,sebuah kesenangan dan kebahagian yang mereka rasakan pasti suatu saat akan kembali berduka.Entah kapan,sampai waktunya akan tiba.Tetapi mereka yakin semua itu tak terlampau cepat,semua pastibisa dicegah,jika diantara mereka ada sebuah rasa saling mengerti dan memahami semua yang ada dihati mereka.
Saling support pun sering terjalin diantara mereka.Dukungan dan motivasi sering tercurahkan dan berdenging di kehidupan mereka.Dengan sebuah tindakan atau sebuah ucapan,tak gentar mereka saling memberi dukungan untuk selalu bangkit dari ketepurukan.Bagi mereka itu semua adalah sebuah citacita untuk menjadi apa yang mereka inginkan.
Haripun semangkin tua dan mengusang.Mentari tersenyum,kini cemberut.Kini hanya digantikan dengan malam dan sebuah bintang maupun bulan sebagai aksesoris malamnya diatas langit.Diatas kudabesi mereka berdua duduk berdampingan dan bercanda tawa,tak sadar bahwa salahsatu diantara mereka memendam sebuah perasaan yg tak ingin diketahui sampai harinya tiba.Tatapan mereka tak luput jauh diantara selipan-selipan kelopak mata mereka.Genggaman tangan pun mengeras saat hawa ketakutan datang dihati.Sebuah ucapan keluar dan membisik “jangan takut,aku masih disampingmu”.Dengan sebuah balasan senyuman,menandakan hawa rasa takutnya segera menghilang.
Mereka hanya ingin mencari sebuah makna cinta sejati.Yang takan mengenal rasa sakit saat dihianati dan tak mengenal ketakutan saat ditinggal pergi.Begitu indahnya perjalanan hidup mereka.Seperti kelopak bunga berwarna warni membanjiri sebuah taman.
Kembali esok mentari yg tersenyum melengkapi warna dunia yg berawal dari gelap.Mereka akan segera menjalani sebuah makna cinta yang sesungguhnya.Tanpa terasa semua berjalan dengan senyuman.Mereka berharap “moga esok hari dia akan datang untukku lagi”.Selalu harapan itu kian hadir dihimpitan dan permintaan mimpinya stiap malam.Walaupun esok ia yakini takan bertemu dgn pujaan hatinya.Ia tetap bersabar dan terus menunggu satu kepastian.
Tetapi sayang,diantara mereka masih menutupi apa yang mereka rasakan.Sebuah penyakit yang tidak akan pernah bisa disembuhkan,hingga sampai akhirnya dokter pun memfonis lelaki itu.Hanya tinggal 09 hari lagi untuk dia bersama kekasihnya.Frustasi kian mengelilingin otaknya.Tak sanggup hanya dengan waktu 9 hari dia bisa membahagiakan kekasihnya.Ia bingung apa yang harus ia lakukan,terlintas semua kenangan terindah saat ia bersama kekasihnya.
Esok ia akan kembali membuka mata untuk dunia yang kejam dan penuh dengan kebencian.Selalu berfikir bagaimana cara singkat untuk membahagiakan kekasihnya.Ia berkata”YA ALLAH,izinkan aku untuk kali ini saja menjadi seorang pembohong tetapi untuk semua cinta dan kebaikannya”.Saat mereka berdua dan dia tak menunjukan gerak-gerik yang membuat kekasihnya bertanya,ia yang memulai dengan sebuah harapan.”Yank...hidup kita ini terkadang seperti novel atau sebuah dongeng,mungkin juga seperti cerpen.Dimana saat penulis,menulis alur ceritanya dan disitulah kita terlibat dalam sebuah peran yang tak bisa kita tolak.dengan diakhiri sebuah happy ending atau bahkan tak tanggung-tanggung penulis itu mengakhiri ceritanya dengan sebuah alur yang menyedihkan”.sang kekasih menjawab dan tak menyadari apa maksud dari semua itu.”memang benar yank,terkadang pula,suka membuat rasa penasaran saat kita membacanya”.Hanya dengan sebuah genggaman tangan dari lelaki itu dan itulah sebuah jawaban pasti bahwa ia akan meninggalkan semua kenangan indah bersamanya.
Hari semangkin menyempit,kini tinggal 2 hari lagi,semangkin penasaran untuk mencari cara membahagiakan kekasihnya.Terlintas untuk membuat sebuah perjalanan hidupnya bersama kekasihnya.Dengan membuatkan sebuah cerpen yang ditulis dengan tergesah-gesah untuk mengejar waktu.Dia harap,sang kekasihnya pun tak keberatan menerima sebuah tawarannya untuk membaca dan menutup bahkan tak usah dibuka kembali.
Semalaman ia membuat cerpen itu,sampai akhirnya selesai dengan tepat waktu.Tak sadar waktu ia tinggal besok untuk mempertarukahkan hidup dan matinya.Saat iya ingin memberikan sebuah cerpen itu,ternyata sang kekasih sedang bersedih.Dengan hiburan yang mengarah kehadapannya,sang kekasih itu pun kembali tersenyum.Lalu sang kekasih itu berkata “jangan tinggalkan aku !,aku tak bisa hidup sendiri tanpa kamu disampingku”.Sang kekasihnya itu tak tau bahwa iya akan ditinggalkan lelaki itu dan hanya tinggal esok ia bisa melihat dia tersenyum.Lalu lelaki itu menjawab “iya aku takan meninggalkanmu untuk ini yg terakhir”.
Ketika esok ia akan memasuki meja oprasi,ia sms sang kekasihnya untuk datang dan menyemangati dirinya yg saat itu sedang digelumuti hawa takut yg besar.Sang kekasih itu datang dengan sebuah airmata,karna melihat ia terbaring dengan deraian aermata dan senyuman diatas kasur empuk beroda.Lelaki itu berkata “maafkan aku tak menceritakan semua ini ke kamu,aku hanya ingin kamu semangat menjalani hidupmu saat aku bersamamu tanpa aku mengeluh sedikit pun apa yang aku rasakan,dan aku minta sama kamu,tolong jaga cerpen ini saat aku masuk kemeja oprasi,baca sekali saja dan jangan dibuka kembali,karna itu hanya membuatmu mengingatku sayank,terimakasih sudah mau datang kesini untuk menyemangatiku J”.
Dibacalah cerpen kekasihnya itu.Saat iya membuka halaman terakhir dan disitu tertulis sama apa yg sudah diucapkan oleh lelaki itu,dokter pun keluar dengan muka yang meragukan dan mengatakan,”maafkan kita semua,Semua sudah ada yg mengaturnya.dan ia sudah tak bisa kita tolong lagi”.Sang kekasih yg ditingglkan pun menangis dan ternyata apa yg sudah tertulis dicerpen itu,sama seperti yang ia baca saat ini.
“Bukalah sekali ini saja
Dan jangan kau buka untuk yang kedua kalinya.
Karna itu hanya membuat kau mengingatku.”
Rendra Amade Hans






0 komentar:
Posting Komentar